BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Belajar Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Forex. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Cara Menambahkan Server Broker di MT4

Banyak trader yang suka gonta ganti broker, yang berefek kepada banyak nya MT4 di instal di PC nya. Untuk Trader yang menggunakan Custom Indikator, ini tentu akan cukup merepotkan. Karena harus memasukan Indi/Template/EA ke folder  MT4 yang baru. Selain repot, juga akan membuat local disk nya akan semakin sesak. Berikut adalah tutorial Menambahkan Server broker di MT4.

1. Klik Kanan di Menu Account di bagian Navigator.


2. Ketik alamat server/Nama Broker/Company Broker  seperti di gambar. Setelah Itu Klik Scan.



3. Jika Server sudah ditemukan, Klik Next, dan isikan No akun di Login serta Password. Klik Finish.



Rabu, 02 September 2015

Cara Entry Ala Masyaa Bodo

Judul yang aneh, mungkin itu yang terlintas di otak yang membaca artikel ini. Tapi inilah apa adanya, saat kita memutuskan entry market harusnya kita sudah persiapkan Resiko dan Target yang akan kita peroleh saat kita entry. Sebut saja itu namanya Trading Plan

Trading Plan berisi : Asumsi kenapa entry baik itu karena indikator, pola chart ataupun pola candle ; Resiko ; dan target.

Jadi, setelah entry jika nantinya yang tembus SL ataupun TP ya masyaaa bodo, yang penting kita sudah prepare semua dari awal.

Dalam contoh kali ini saya entry dengan asumsi akan terbentuk pola Head and Shoulder di ujung trend. Dalam contoh ini saya Trading di Pair USDCAD dengan TF m15.








Contoh Trading Plan yang Gagal, dalam artian gagal mencapai target : 







Kamis, 30 Juli 2015

Candlestick Harami

Seperti formasi pada pola candlestick lainnya, formasi atau pola Harami menggambarkan sentimen real time harga yang ada di pasar. Setelah Anda melihat pola yang ada dengan menutupi candle, Anda dapat melihat ke candle berikutnya untuk mengidentifikasi bias dan titik resiko yang jelas.

Candlestick lebih dahulu dikenal dan tidak mengherankan grafik candlestick menjadi cukup populer. Jika Anda telah memahami charting candlestick, maka Anda telah menguasai teknik yang sangat bagus untuk mempelajari market secara visual.

Sinyal trading candlestick biasanya dibagi menjadi pola pembalikan atau pola berlanjut. Pola berlanjut bermanfaat ketika sentimen pasar cenderung menjaga tren yang sedang berlangsung. Sebaliknya, pola pembalikan bermanfaat ketika sentimen pasar yang menggerakkan tren berpotensi berhenti sebelum akhirnya berbalik arah.

Ketika Anda mulai belajar candlestick untuk menentukan titik balik pasar, Anda dengan mengenal apa yang disebut Doji. Prinsip umum yang berlaku ketika melihat Candlestick Doji adalah Anda harus waspada karena candlestick ini sering menunjukkan pembalikan yang terlambat. Meskipun demikian, Doji bisa mengkonfirmasi candle berikutnya yang menggambarkan trading yang diminati pasar. Demikian pula halnya untuk mengkonfirmasi Doji, Anda bisa menggunakan indikator osilator.


Harami adalah pola Doji yang paling kuat karena selalu terlihat di setiap candle, tepatnya pada kedua sisi Doji sehingga dapat memberikan gambaran secara lengkap. Candle pertama, sebelum Doji yang diamati berwarna merah, bagian atasnya harus sama dengan arah tren yang tubuhnya lebih besar dari tubuh Doji.

Candle ketiga, setelah Doji akan mengkonfirmasi pembalikan jika bergerak melawan candle pertama atau membatalkan sinyal Harami jika tren langsung berlanjut setelah Doji. Pola ini dinamakan Harami karena memiliki penampilan seperti seorang wanita hamil. Candle pertama adalah candle besar yang melanjutkan tren yang sedang berlangsung dan Doji adalah candle kecil yang menonjol seperti wanita hamil. Melalui candle kedua, kita bisa mengetahui apakah Doji akan menunjukkan pembalikan atau justru mengikuti tren dengan pembukaan candle selanjutnya.

Alasan lain untuk menerapkan pola Harami dan candlestick adalah karena keduanya mampu mengenali pembalikan pada saat yang paling tepat dalam trading yang beresiko cukup besar. Dengan dua pola tersebut Anda akan mendapat untung untuk mengembangkan akun

Bearish Harami: AUDCHF
stop: Di atas candle mulai pada titik 0,9630
limit : Dalam arah trend pada titik 0,9375

Sumber: Dailyfx.com

Trading Menggunakan Candlestick

Banyak trader teknikal yang dibingungkan oleh banyaknya pilihan ketika berurusan dengan grafik. Namun pada kenyataannya grafik candlestick lebih sering digunakan ketimbang jenis grafik lainnya. Grafik tersebut (candlestick) memiliki perbedaan yang cukup mencolok jika dibandng dengan grafik bar, yang juga sering digunakan di market. Salah satu keunggulan, dan mungkin keanehan, grafik candlestick adalah setelah trader banyak belajar dan mengetahui cara menganalisis market dengan grafik ini, mereka akan dapat dengan cepat mengidentifikasi berbagai mata uang beserta trend saat itu, ketimbang ketika mereka memakai grafik bar.



Mempelajari hal-hal baru membantu Anda untuk dapat menemukan strategi-strategi baru, yang dapat memberi keuntungan ketika sedang ber-trading di market Forex. Jadi, mari mulai belajar tentang bagaimana membaca grafik candlestick ini untuk kemajuan trading Anda.

Cara Membaca candlestick
Gambar di bawah ini merupakan desain sebuah candlestick secara umum. Ada tiga titik-titik tertentu (open, close, dan sumbu) yang digunakan dalam pembuatan harga pada candle. Poin pertama yang perlu Anda pertimbangkan adalah ketika adalah harga pembukaan dan penutupan pada candle. Titik-titik tersebut adalah fase di mana harga dimulai dan ditutup untuk time frame tertentu, serta mendorong terbentuknya suatu harga yang disebut sebagai tubuh candlestick. Oleh sebab itulah, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan warna pada candle dan fungsinya: merah untuk turun (down-trend) dan biru untuk naik (uptrend). Dengan mengetahui hal ini, candlestick akan membantu Anda untuk lebih cepat mengidentifikasi jika market diperjual-belikan lebih tinggi atau lebih rendah untuk jangka waktu yang sudah dipilih sesuai time frame.

Misalnya saja Anda sudah memiliki candlestick yang sudah ada sumbunya, atau disebut juga sebagai shadow, yang merupakan indikasi harga yand dapat menampilkan bentuk ekstrim atau tidak pada waktu tertentu di chart. Dia terbentuk karena secara visual lebih kecil dari pada body candle. Di sinilah kekuatan candlestick menjadi lebih jelas. Candlestick dapat membantu Anda pada saat momentum market menjadi bergejolak.

Aplikasinya dalam Trading
Setelah Anda dapat membaca dasar-dasar grafik candlestick, maka Anda dapat menemukan peluang untuk bertransaksi di market. Sementara trader tidak bisa menggunakan analisis dengan hanya mengandalkan candlestick saja dalam strateginya, tetapi dia dapat dimanfaatkan untuk mengetahui pentunjuk-petunjuk terhadap sentimen market dan pergerakan harga.

Trader Forex profesional dikenal dengan kebiasaannya mencari pola-pola spesifik atau sebuah seri dari candlestick. Mereka memanfaatkannya untuk memprediksi pergerakan uang masa depan dan menetapkan order trading. Sepanjang bulan Agustus dapat diketahui bahwa pada grafik candlestick, harga dapat membalikkan trend dengan sangat cepat. 

Sumber: dailyfx.com

Candlestick Abandoned Baby

Bagi para trader berpengalaman di pasar forex, pola candlestick Abandoned Baby adalah penanda reversal tren. Begitu pola ini muncul di chart analisa teknikal, maka itu artinya pergerakan harga saat ini akan berbalik dan memberi Anda suatu posisi yang tepat, dimana hasilnya kemungkinan akan menguntungkan Anda. Tetapi karena cukup sulit untuk mengidentifikasi formasi unik ini, trader yang kurang berpengalaman bisa jadi melewatkannya meski ada kesempatan untuk menggunakan pola tersebut.

Apa itu? 
Pada chart analisa teknikal, begitu Anda melihat sebuah tren yang bergerak kebawah dan disertai dengan canle bearish besar, maka kemungkinan Anda telah melihat pola candlestick Abandoned Baby. Disamping memberi trader kemampuan untuk melihat kondisi pasar terkini, pola candlestick Abandoned Baby mengindikasikan adanya perubahan cepat momentum dari pasar yang bearish menjadi pasar yang bullish.

Berikut ini adalah contoh Abandoned Baby dalam chart:


Seperti Apa Penampilannya?
Pola candlestick Abandoned Baby nampak mirip dengan formasi pola Morning and Evening Star. Faktor yang menentukan pada pola yang khas ini adalah bahwa ini nampak seperti pola 3-bar dimana shadow dan body riil-nya tidak dimaksudkan untuk overlap antara bar 1, 2, dan 3.

Ketiga bar tersebut:
Bar 1 – ini adalah bar yang bergerak ke arah tren utama
Bar 2 – ini adalah pola doji, tidak overlap, dan memungkinkan adanya gap ke arah tren utama
Bar 3 – ini adalah bar yang bergerak ke araj kebalikan dari gap dan merupakan hari pertama

Hal Terbaik
Pola candlestick Abandoned Baby Stick Pattern sangat handal. Pola tersebut merepresentasikan dirinya dalam bentuk price action di hari ketiga dan keempat. Data tambahan dari indikator teknikal yang berbeda bisa memperkuat sinyal tren dan menunjukkan status oversold dan meningkatnya volume. Namun demikian, begitu muncul, trader biasanya tidak memerlukan konfirmasi lebih lanjut mengenai akan datangnya reversal tren. 

Sebuah Teknik Luar Biasa
Teknik mengidentifikasi pola candlestick Abandoned Baby dalam chart analisa teknikal manapun adalah dengan menempatkan order trailing stop sedikit dibawah pola doji. Melakukan hal ini memungkinkan Anda untuk mengontrol loss tanpa mempengaruhi potensi profit, jika ternyata terjadi kegagalan untuk exit pada titik tertinggi sebuah pergerakan keatas (upswing). Juga, hal ini memungkinkan Anda untuk memasang posisi kuat saat membuka (enter) dan keluar (exit) dari sebuah posisi trading.

Sumber : seputarforex

Doji Candlestick

Formasi doji adalah salah satu sinyal trading yang paling nyata dalam pola candlestick. Sejak ratusan tahun lalu candlestick digunakan untuk trading komoditi beras di Jepang, hingga kini formasi ini tetap dianggap sebagai sinyal trading yang valid. Doji adalah pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama sehingga candle ini bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi ini sering terlihat pada chart trading dan tidak tergantung dari time frame. Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau 5-menit.


Arti formasi doji
Formasi doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Disini tampak jelas sentimen bullish dan bearish dalam keadaan seimbang. Antara buyer dan seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya. Pasar berkonsolidasi apakah akan meneruskan pergerakan harga sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau akan membuat harga bergerak pada arah yang berlawanan. Oleh karena itu doji dianggap sebagai sinyal konsolidasi, dan untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya diperlukan konfirmasi dari bar candlestick setelah doji. 

Formasi doji biasanya terbentuk paling tidak beberapa bar setelah harga bergerak naik atau turun, yang menunjukkan ketidak pastian pelaku pasar akan dibawa kemana pergerakan harga selanjutnya. Bisa saja harga bergerak sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau berbalik arah. Jadi formasi doji tidak selalu mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) tetapi bisa juga mengisyaratkan penerusan trend, tergantung dari konfirmasi bar candlestick berikutnya.

4 jenis formasi doji
Pada umumnya ada 4 jenis formasi doji, yaitu doji star, long legged doji atau doji berekor panjang (dalam hal ini arah ekor bisa keatas atau kebawah), gravestone doji dan dragonfly doji (kebalikan dari gravestone doji).

                                     
Doji star
Formasi doji ini yang paling seimbang. Simpangan harga tertinggi dan terendah hampir sama yang menunjukkan kekuatan buyer dan seller yang seimbang. Jika formasi ini terbentuk pada area overbought dari pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend, dan sebaliknya jika terbentuk pada area oversold dari pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. 

Long legged doji atau doji berekor panjang
Jika formasi long legged doji seperti gambar diatas terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik kearah uptrend. Panjangnya ekor menunjukkan sentimen seller yang sebelumnya lebih kuat berbalik mengikuti buyer. Harga yang telah mencapai level terendahnya dengan cepat berbalik arah. Sebaliknya bisa terjadi untuk pergerakan uptrend.

Gravestone doji
Jika formasi ini terbentuk pada pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik kearah downtrend. Harga open dan harga close yang sama menunjukkan sentimen buyer yang sebelumnya sangat kuat berbalik mengikuti seller. Harga yang telah mencapai level tertingginya dengan cepat berbalik ke level terendah. Formasi ini adalah bentuk khusus dari formasi shooting star. Formasi yang menunjukkan perubahan sentimen yang tiba-tiba ini biasanya cukup valid.

Dragonfly doji
Sama dengan gravestone doji tetapi terbentuk pada pergerakan downtrend, yang menunjukkan kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik kearah uptrend. Formasi ini adalah bentuk khusus dari formasi hammer.

Sekali lagi perlu diingat bahwa doji adalah sinyal konsolidasi, dan untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya diperlukan konfirmasi dari bar candlestick berikutnya setelah doji. Jika bar berikutnya searah dengan trend sebelumnya, maka kemungkinan trend reversal kecil. 

Sumber : 
Seputarforex : Formasi Doji Candlestick
www.fxkeys.com : How to Trade Using Doji Candlestick and Bollinger Bands

Jumat, 24 Juli 2015

Trading Dengan Pola Head and Shoulders

Pola head and shoulders terjadi pada keadaan uptrend yang mengisyaratkan kemungkinan pembalikan arah trend (trend reversal). Untuk menemukan pola ini relatif tidak sulit, bisa terjadi dan valid pada semua time frame, oleh karenanya pola ini bisa digunakan untuk trading jangka pendek (day trading), menengah (swing trading) maupun jangka panjang. Dari pengamatan bisa ditentukan bagian kepala (head), lengan kiri (left shoulder) dan lengan kanan (right shoulder). Secara umum bentuk pola head and shoulders adalah seperti berikut:



Agar lebih mudah dalam mengamati dan menemukan pola ini maka perlu diketahui bahwa pergerakan harga membentuk gelombang yang sama dengan gelombang Elliot dimana trend yang kuat selalu diikuti dengan koreksi. Biasanya pembalikan arah trend terjadi bila harga gagal menembus neckline, dan semakin sudut neckline negatif atau miring kebawah maka probabilitas pembalikan arah trend akan semakin tinggi. Pola head and shoulders dan juga pola gelombang Elliot menunjukkan bahwa karakteristik permintaan dan penawaran pasar selalu mengikuti pola tertentu.

Dengan mengacu pada gambar diatas bisa dijelaskan:
Gelombang 1: seller mulai masuk ketika harga dinilai sudah terlalu tinggi (overvalued), tetapi tekanan jual tersebut tidak cukup kuat untuk menembus level support sebelumnya karena permintaan di pasar masih lebih kuat.

Gelombang 2: mereka yang menunggu untuk buy pada harga rendah segera masuk dan harga kembali naik (titik A, awal neckline). Harga terus bergerak naik hingga melewati level high sebelumnya (higher high).

Gelombang 3: pada level ini harga dianggap sudah terlalu tinggi dan mereka yang menunggu untuk sell pada harga tinggi segera masuk. Selain seller baru, mereka yang sebelumnya membeli pada harga rendah juga merealisasikan keuntungannya sehingga harga terkoreksi cukup tajam.

Gelombang 4: buyer baru yang menunggu harga turun hingga level support segera masuk sehingga harga kembali naik (titik B), namun karena jumlahnya tidak terlalu banyak maka tidak mampu menembus level high sebelumnya dan harga kembali jatuh.

Gelombang 5: seller baru kembali masuk hingga harga menembus level support sebelumnya, yang juga menembus neckline.

Gelombang 6: buyer kembali masuk karena harga dinilai sudah terlalu rendah (undervalued) tetapi sekali lagi masih belum bisa menembus level resistance sebelumnya, menunjukkan permintaan yang makin lemah.

Gelombang 7: penawaran di pasar yang sangat kuat membuat harga gagal menembus neckline (titik C) dan jatuh dengan tajam.

Langkah-langkah trading dengan pola head and shoulders :

1. Setelah menemukan head, left shoulder dan right shoulder,  maka tariklah neckline dengan menghubungkan titik support left shoulder dan right shoulder.
2. Entry sell setelah harga menembus neckline (sebagai support) dengan stop loss pada level right shoulder (sell-1)
3. Entry sell setelah harga gagal menembus neckline (sebagai resistance) dengan stop loss beberapa pip diatas neckline (sell-2).

Menentukan level take profit (TP) :



Level take profit bisa ditentukan sebesar jarak antara level head hingga neckline (garis x pada gambar atas). Probabilitas keberhasilannya cukup tinggi terutama jika sudut neckline-nya negatif atau miring kebawah seperti pada gambar diatas.

Sumber :
- Seputarforex.com : Pola Head and Shoulders : Valid Untuk Semua Time Frame
- swing-trading-strategies.com : Forex Swing Trading Strategy #4: Head And Shoulder Pattern Trading System
- www.babypips.com : How to Trade the Head and Shoulders Pattern

Minggu, 31 Mei 2015

Pivot Point - Memperkirakan Sentimen Market

Ada satu cara lain untuk menggunakan pivot poin dalam strategi trading kita, yakni dengan menaksir sentimen pasar. Tujuan dari pelajaran ini adalah agar kita paham dan bisa membaca kecenderungan para trader pada saat itu, apakah mereka cenderung memasang order buy atau sell. Kita bisa menggunakan pivot poin seperti garis pada lapangan sepak bola. Bergantung pada sisi mana bola, yang dalam kasus Forex berarti harga, berada, kita bisa mengetahui siapa yang saat ini memiliki kekuasaan. 

Apakah buyer atau seller?
 
Jika harga bergerak ke atas dan menembus level pivot poin, ini adalah isyarat bila harga mengalami bullish dan kita harus segera memasang order buy atas mata uang. Bayangkan saja kita sedang kelaparan dan ada tawaran makan soto. Langsung sikat saja, cuy!
 
Berikut adalah grafik yang menjadi contoh apa yang terjadi jika harga tetap berada di atas level pivot poin.

 

Pada contoh di samping kita melihat pair EUR/USD sempat terpecah dan dibuka kembali di atas level pivot poin. Harga kemudian bergerak naik dan terus melambung ke atas hingga menembus level resistance.
 
Sekarang bayangkan jika harga justru anjlok dan menembus level pivot poin ke bawah, maka kau harus segera menjual pair seperti batu bara panas yang bisa melubangi kantung uang kita. Keberadaan harga di bawah level pivot poin akan memberi sinyal sentimen bearish dan seller memiliki kekuasaan atas sesi trading pada saat itu.

Nah, mari kita lihat grafik GBP/USD berikut.


Pada grafik di atas kita bisa melihat harga sedang menguji ketahanan level pivot poin, yang bertahan sebagai level resistance. Hal berikutnya yang kita tahu harga melanjutkan penurunan dan terus merosot. Jika kita mampu membaca petunjuk sebelumnya, bahwa harga akan terus berada di bawah level pivot poin dan menjual pair tersebut, tak pelak kita akan meraup keuntungan yang besar. Bagaimana tidak, GBP/USD anjlok 300 pips.

Tentu saja, kita tidak bisa selalu mendapatkan keuntungan sebab terkadang apa yang terjadi di lapangan forex tidak sama seperti seperti dalam contoh kasus. Kadang ketika kita mengira trader sedang berada di posisi bearish atas pair, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Pair malah berbalik dan membumbung ke atas!


Pada contoh berikutnya jika kita melihat harga anjlok, menembus level pivot poin, dan terjual, maka kita akan menjadi pecundang besar yang menyedihkan. Pada sesi perdagangan Eropa EUR/USD berbalik dan melonjak lebih tinggi sebelum kemudian menembus pivot poin.

Bukan hanya itu, pair tersebut akhirnya bertahan di atas level pivot poin, menunjukkan bagaimana buyer membubarkan diri.

Sekarang kita tahu bahwa ternyata trader adalah sekumpulan manusia labil.

Pandangan seorang trader atas sebuah mata uang bisa berubah-ubah dari hari ke hari, bahkan dari sesi ke sesi. Inilah sebabnya kita tidak bisa begitu saja pasang order buy ketika harga berada di atas pivot poin atau menjual saat harga ada di bawah.

Akan tetapi bila kita menggunakan indikator pivot poin untuk sistem trading sederhana seperti demikian, ada baiknya jika kita mengombinasikannya dengan indikator lainnya agar dapat membaca sentimen pasar secara keseluruhan.
 
Back To Top
Distributed By Blogger Templates | Designed By OddThemes