BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2011

Kisah Si Pencuci Piring

Siapa yang paling berbahagia saat pesta pernikahan berlangsung? Bisa jadi kedua mempelai yang menunggu detik-detik memadu kasih. Meski lelah menderanya namun tetap mampu tersenyum hingga tamu terakhir pun.
Berbulan bahkan hitungan tahun sudah mereka menunggu hari bahagia ini.
Mungkin orang tua si gadis yang baru saja menuntaskan kewajiban terakhirnya dengan mendapatkan lelaki yang akan menggantikan perannya membimbing putrinya untuk langkah selanjutnya setelah hari pernikahan.
Atau bahkan ibu pengantin pria yang terlihat terus menerus sumringah,
ia membayangkan akan segera menimang cucu dari putranya. "Aih, pasti segagah kakeknya," impinya.

Para tamu yang hadir dalam pesta tersebut tak luput terjangkiti aura kebahagiaan, itu nampak dari senyum, canda, dan keceriaan yang tak hentinya sepanjang mereka berada di pesta. Bagi sanak saudara dan kerabat orang tua kedua mempelai, bisa jadi momentum ini dijadikan ajang silaturahim, kalau perlu rapat keluarga besar pun bisa berlangsung di sela-sela pesta. Sementara teman dan sahabat kedua mempelai menyulap pesta pernikahan itu menjadi reuni yang tak direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk acara reuni tidak ada yang hadir, jadilah reuni satu angkatan berlangsung. Dan satu lagi, bagi mereka yang jarang-jarang menikmati makanan bergizi plus, inilah saatnya perbaikan gizi walau bermodal uang sekadarnya di amplop yang tertutup rapat.

Nyaris tidak ada hadirin yang terlihat sedih atau menangis di pesta itu kecuali air mata kebahagiaan. Kalau pun ada, mungkin mereka yang sakit hati pria pujaannya tidak menikah dengannya. Atau para pria yang sakit hati lantaran primadona kampungnya dipersunting pria dari luar kampung. Namun tetap saja tak terlihat di pesta itu, mungkin mereka meratap di balik dinding kamarnya sambil memeluk erat gambar pria yang
baru saja menikah itu. Dan pria-pria sakit hati itu hanya bisa menggerutu dan menyimpan kecewanya dalam hati ketika harus menyalami dan memberi selamat kepada wanita yang harus mereka relakan menjadi milik pria lain.

Apa benar-benar tidak ada yang bersedih di pesta itu? Semula saya mengira yang paling bersedih hanya tukang pembawa piring kotor yang pernah saya ketahui hanya mendapat upah sepuluh ribu rupiah plus sepiring makan gratis untuk ratusan piring yang ia angkat. Sepuluh ribu rupiah yang diterima setelah semua tamu pulang itu, sungguh tak cukup mengeringkan peluhnya. Sedih, pasti.

Tak lama kemudian saya benar-benar mendapati orang yang lebih bersedih di pesta itu. Mereka memang tak terlihat ada di pesta, juga tak mengenakan pakaian bagus lengkap dengan dandanan yang tak biasa dari keseharian di hari istimewa itu. Mereka hanya ada di bagian belakang dari gedung tempat pesta berlangsung, atau bagian tersembunyi dengan
terpal yang menghalangi aktivitas mereka di rumah si empunya pesta.
Mereka lah para pencuci piring bekas makan para tamu terhormat di ruang pesta.

Bukan, mereka bukan sedih lantaran mendapat bayaran yang tak jauh berbeda dengan pembawa piring kotor. Mereka juga tidak sedih hanya karena harus belakangan mendapat jatah makan, itu sudah mereka sadari sejak awal mengambil peran sebagai pencuci piring. Juga bukan karena tak sempat memberikan doa selamat dan keberkahan untuk pasangan
pengantin yang berbahagia, meski apa yang mereka kerjakan mungkin lebih bernilai dari doa-doa para tamu yang hadir.

Air mata mereka keluar setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang teramat banyak, juga potongan daging atau makanan lain yang tak habis disantap para tamu. Tak tertahankan sedih mereka saat membayangkan tumpukan makanan sisa itu dan memasukkannya dalam karung untuk kemudian singgah di tempat sampah, sementara anak-anak mereka di rumah sering harus menahan lapar hingga terlelap.

Andai para tamu itu tak mengambil makanan di luar batas kemampuannya menyantap, andai mereka yang berpakaian bagus di pesta itu tak taati nafsunya untuk mengambil semua yang tersedia padahal tak semua bisa masuk dalam perut mereka, mungkin akan ada sisa makanan untuk anak-anak di panti anak yatim tak jauh dari tempat pesta itu. Andai pula mereka mengerti buruknya berbuat mubazir, mungkin ratusan anak yatim dan kaum fakir bisa terundang untuk ikut menikmati hidangan dalam pesta itu.

Sekadar usul untuk Anda yang akan melaksanakan pesta pernikahan, tidak cukup kalimat "Mohon Doa Restu" dan "Selamat Menikmati" yang tertera di dinding pesta, tapi sertakan juga tulisan yang cukup besar "Terima Kasih untuk Tidak Mubazir". Mungkinkah?

Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus

It's Not the Magic

Penulis : Tom MC Ifle

Berapa minggu lalu saya membuka artikel-artikel yang saya download dan baca di saat senggang. Kala itu, mata saya tertuju pada artikel berjudul Creating Magic. Artikel itu ditulis oleh Lee Cockerell, Executive VP Operations, Walt Disney World. Ada kata-kata darinya yang sangat menginspirasi saya, yaitu:

"It's not the magic that makes it work; It's the way we work that makes the magic."
"Bukan daya magis yang membuat kita berhasil;
 Cara kita mencapai keberhasilan itu yang menciptakan daya Magis.."

Mengapa saya terinspirasi, karena ini mengingatkan saya pada sebuah acara yang diberi nama Banking With Celebrity. Acara tersebut diadakan oleh BPR Gunung Rizki di Semarang pada tanggal 22 November 2009. cara ini-menurut sepengetahuan saya-adalah yang pertama dan satu-satunya di mana ada seorang selebriti kondang bernama Ari Lasso melayani nasabah BPR Gunung Rizki dengan penuh sukacita.
It's not the magic, but the way-nya yang menciptakan magic.
Apa yang istimewa?
Ketika saya melihat acara yang begitu meriah, extravaganza, dan sangat rapi diselenggarakan, jadi tergelitik untuk mencari tahu, siapa yang mengatur jalannya acara. Nah, ini istimewanya, semua ternyata dilakukan oleh karyawan, tidak ada orang luar kecuali artis dan pengiring musik.
Wah, kok bisa?
Ternyata ada 10 prinsip yang secara tidak sadar di terapkan oleh karyawan Gunung Rizki ini:
1.         Semua orang adalah orang penting.
Libatkan semua orang.Leader BPR ini menerapkan yang saya sebut RAVE = Respect, Appreciate, Value Everyone. Ia sangat menghargai tim hingga tim sangat respek terhadap customer.
2.         Menciptakan struktur organisasi berdasarkan Blue Print sukses, bukan sekadar tradisi.
Menarik sekali ketika saya melihat pertumbuhan aset yang sangat menakjubkan, mulai dari 20 miliar hingga saat ini lebih dari 150 miliar dalam waktu dua tahun. Bukan rahasia, BPR Gunung Rizki memang yang cukup dicintai pelanggan di Semarang dan disegani oleh kompetitor.
3.         Create Magic Through Training - Train for Excellence in the Job, Train How to Exceed Customer Expectations in all Jobs..
 ini kata-kata asli Lee Cockerell ketika seorang pengusaha muda bertanya bagaimana membangun tim yang super seperti di Disney corporation.
4.         Hilangkan Kekacauan. Perhatikan hal-hal kecil yang membahayakan bisnis kita.
Tidak ada hal kecil yang boleh dilupakan, terutama jika hal kecil ini bisa berdampak besar dalam jangka waktu lama. Bagaimana kita bisa melihat hal kecil apa yang berbahaya dalam jangka panjang jika ada hal kecil mengganggu team work, kualitas, peace of mind, dan pelayanan.
5.         Make Your People Your Brand. Nah, ini dia.
Ternyata karyawan Gunung Rizki terkenal dengan motivasi dan dedikasi yang tinggi. Khususnya di antara bank dan BPR di Jawa tengah. Leadership ini mencerminkan betapa brand bukan hanya diciptakan dengan cara marketing tapi juga dengan cara menampilkan wajah tim yang ceria dan ekspresif secara tulus.
6.         Belajar untuk jujur.
Kok, creating magic pake jujur segala? Begini, jika Anda tidak jujur, Anda tidak belajar. Maka agar Anda terus menerus bisa belajar bersiaplah untuk selalu jujur.
7.         Bakar Semangat.
Bensin yang murah untuk membuat tim Anda meledak sudah tersedia. Leader Gunung Rizki memahami agar semangat tim menyala-nyala, ia menyalakan api apresiasi, penghargaan, dan dukungan yang akan membangkitkan gairah bekerja.
8.         Menjadi yang terdepan dalam memberi nilai tambah.
Memberi nilai tambah bukan hanya berupa diskon atau bunga tinggi. Berada di garda depan dengan mengutamakan pelayanan, budaya kerja, teknologi, dan selalu mencari cara terbaik untuk melayani pelanggan.
9.         Menjaga ucapan dan perbuatan.
Kata-kata sangat tajam, saya terinspirasi setiap kali mendengar pimpinan Gunung Rizki ini bicara. Ia memberi motivasi dengan menjaga dua prinsip: selalu berkata positif dan menjaga perilaku positif.
10.     Membangun Karakter. Cocok dengan visi mereka : Bank Berkarakter yang Menyejahterakan Masyarakat Indonesia. Yes, karakter inilah yang bisa membangun bangsa, baru kita bisa sejahtera. 

Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri ?

By : Widya Saraswati

Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya. 
Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.
Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.
“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.
Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.
Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan
Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.
Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”
Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”
Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”

KENYATAAN DAN ASUMSI
Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.
Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita. 
Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya.  Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.
Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

SOLUSI
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.
1)      Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.
2)      Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
3)      Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
4)      Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan. 

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1.       Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.
a.    Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya

b.    Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka  kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.
2.       Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.


~~~~~~~

Kata Mutiara Dalam CINTA

Dalam cinta, jika kamu mencarinya, dia akan menghindarimu, tp jika kamu jadi orang yg pantas dicinta, dia akan mengelilingimu.

Cinta sejati bukanlah yg berusaha utk mengubahmu, tp yg berhasil menerimamu & tumbuh dewasa bersama dgnmu.

Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.

Saat suatu hubungan berakhir, bkn berarti 2 org berhenti saling mencintai. Mereka hny berhenti saling menyakiti.

Dalam cinta, jangan berdusta hanya karena kamu tak ingin dia terluka. Karena ketika dia temukan kebenaran, dia akan lebih menderita.

Suatu hubungan berakhir, karena salah satu hati terlalu sedikit mencintai, dan atau terlalu banyak.

Mencintai seseorang berarti menjadikannya bagian dari dirimu. Itu sebabnya akan terasa sakit saat kehilangannya.

Cinta tidak hanya tentang: "Aku sangat beruntung memilikimu", tapi juga: "Kau sangat beruntung memilikiku".

Kadang tak peduli betapa besar kamu mencintai seseorang, kamu harus melepasnya. Dia yg selalu di hatimu tapi tak di kehidupanmu.

Jika seseorang yg istimewa di hatimu tak bisa mencintaimu ketika kamu menjadi dirimu sendiri, maka dia tidak istimewa.

Cinta itu bukan tentang berapa banyak satu hari romantis yang kita lewati bersama, tapi tentang kualitas dari setiap hari-hari romantis kita bersamanya

Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia.

Tak ada yang sempurna, namun cinta mampu menyatukan dua insan yang tak sempurna untuk membentuk sesuatu yang sempurna.

Ketika dia yang kamu cinta meninggalkanmu demi orang lain, keringkan air matamu, karena kamu tahu kamu pantas dapatkan yang lebih baik.

Cinta itu bukan hanya tentang kata-kata indah, tapi tentang menunjukkan seseorang betapa berarti dirinya.

Salah satu hal paling menyakitkan dalam cinta adalah mencintai seseorang yang tak bisa kamu miliki.

Seorang wanita yang baik dicintai oleh banyak pria, tetapi hanya mencintai seorang pria.

Cinta itu seperti angin, kamu tidak dapat melihatnya tetapi dapat merasakannya.

Otak dapat mengambil nasihat, tapi tidak hati, dan cinta, tidak memiliki geografi, tidak mengenal batas.

Ingatlah bahwa kamu mungkin dapat dikenal dari apa yg kamu buat, namun kamu hanya akan dicintai dari apa yg kamu beri

Kita mencintai se2orang bukan krn dia sempurna, tapi utk belajar dan saling memahami serta melengkapi ketidaksempurnaan kita.

Mereka bilang ketika Anda menemukan cinta dalam hidup Anda, waktu berhenti, dan itu benar.
 
Back To Top
Distributed By Blogger Templates | Designed By OddThemes